ㅤㅤㅤㅤ
ㅤㅤㅤ
ㅤㅤㅤㅤ
ㅤㅤ
ㅤㅤ
ㅤㅤㅤㅤ
ㅤㅤㅤ
ㅤㅤㅤㅤ
ㅤㅤ
ㅤㅤ
ㅤㅤㅤㅤ
ㅤㅤㅤ
ㅤㅤㅤㅤ
ㅤㅤ
ㅤㅤ
ㅤㅤㅤㅤ
ㅤㅤㅤ
ㅤㅤㅤㅤ
ㅤㅤ
ㅤㅤ
ㅤㅤㅤ
ㅤㅤㅤㅤ
ㅤㅤㅤ
OPEN
ㅤㅤㅤㅤ
Profil
| Nama: Yu-Seong (유성) |
| Tanggal lahir: 5 Juli |
| Usia: 21 tahun |
| Pekerjaan: Pelayan (sekaligus ahli obat-obatan) |
| FC: ONEWE Giuk |
Kepribadian
Satu hal yang sangat mencolok dari Yuseong adalah rasa keingintahuan yang begitu tinggi. Demi menuntaskan rasa penasaran, Yuseong kerap menjadikan dirinya sebagai ‘kelinci percobaan’. Jangan heran bila banyak bekas luka di tubuhnya, ia melakukannya sendiri untuk menguji coba obat buatannya.Yuseong nyaris bisa melakukan apa saja untuk memuaskan rasa penasaran itu. Terkadang dirinya terjerat masalah, namun kadang juga mampu merebut keuntungan.
Ia termasuk pemuda yang cerdas dan selalu memerhatikan detail. Selain terkait obat-obatan, ia juga senang mencari tahu tentang hal lain.Senang membantu, ramah, dan sedikit kekanakan, juga cocok untuk menggambarkan Yuseong.Ia juga sering berbuat sembrono karena dorongan rasa ingin tahu. Selain itu, kejujuran dan sifat terus terangnya terkadang juga mendatangkan masalah pada dirinya.
Kisah Latar Belakang
Barangkali, kata ‘sial’ terlahir bersamaan dengan meledaknya tangis Yuseong tatkala membebaskan diri dari rahim ibunda. Atau barangkali, keluarganya memang dikutuk, sebagaimana yang kerap dikatakan orang-orang.Yuseong percaya. Keluarganya memang dikutuk; oleh kemiskinan.Pasalnya, segala petaka yang terjadi kemudian tak lepas dari kemiskinan yang menjerat Yuseong dan keluarganya. Mulai dari ‘menghilang’nya kedua orang tua sejak Yuseong belum bisa mencerna dunia sekitar dengan seluruh inderanya, hingga keluarga sepupunya yang memutuskan menjual Yuseong ke sebuah keluarga Chungin demi mengurangi beban ekonomi. Yuseong tak bisa menyimpan dendam, sebagai satu-satunya ‘orang asing’ di keluarga itu, wajar jika Yuseong yang akhirnya dikorbankan (tapi ia berharap melihat setitik saja penyesalanㅡnyatanya tak ada.)Menjadi orang miskin dan dipandang rendah adalah satu hal; tapi menjadi pelayan itu hal lain. Cukup sulit bagi Yuseong untuk menyesuaikan diri dengan 'pekerjaan' barunya. (Jujur, dia pernah sekali berpikir untuk kabur.)Tapi, mungkin Yuseong perlu bersyukur, sebab kemiskinan itu pula yang mengantarkannya pada pintu yang dapat memuaskan rasa keingintahuannya yang begitu besar. Menjadi pelayan bagi keluarga Chungin memberinya akses pada ilmu tak ternilai perihal obat-obatan.
Yuseong sudah akrab dengan dunia obat-obatan sejak tinggal dan tumbuh besar di keluarga sepupunya. Ia belajar dari seorang lelaki paruh baya tunanetra yang tinggal tak jauh darinya. Sejak masih kecil, Yuseong berkawan akrab dengan berbagai tumbuhan obat-obatan; mulai dari benih aprikot untuk flu dan batuk, hingga akar peony untuk meredakan rasa sakit. Ia pun aktif mengobati orang-orang di sekitar tempat tinggalnya dahulu dan mengantongi pundi-pundi uang (meski tak banyak) dari sana. Ia bisa memenuhi kebutuhannya sendiri tanpa harus merepotkan keluarga sepupunya dari penghasilannya mengobati orang-orang.Entah keberuntungan atau bukan, keluarga yang ia layani ternyata juga memiliki ahli obat-obatan yang membantunya menjangkau ilmu kesehatan yang lebih luas. Yuseong banyak belajar, banyak mengamati, berbekal keingintahuan yang tak pernah habis. Untungnya, keluarga tersebut juga tak menganggap Yuseong lancang. Barangkali kecerdasan sang pemuda telah meruntuhkan tembok kelas sosial yang menghalangi mereka. Yuseong pun diberi akses menggunakan tanaman obat di kebun keluarga. Diperbolehkan menggunakan dapur untuk membuat obat-obatan. Bahkan bertanya dan diperlihatkan soal bahan-bahan obat yang terbilang mahal dan tak pernah terjangkau sebelumnya.Kemampuan Yuseong terus berkembang. Ia punya potensi untuk tahu lebih banyak, menggali lebih dalam. Namun, statusnya sebagai pelayan agaknya akan menahan dirinya stagnan di tempat selamanya. Atau.. tidak?
Trivia
Kerap menjadikan tubuh sendiri sebagai media eksperimen pengobatan; sengaja melukai diri sendiri dan mengonsumsi racun (sambil menyediakan penawar) bukan hal baru baginya.
Punya sebuah buku catatan berisi hal-hal terkait pengobatan. Yuseong bilang buku ini lebih berharga dibanding nyawanya sendiri.
Pandai menggunakan katapel.
Memiliki indera penciuman yang sangat tajam.
Mempunyai toleransi tinggi terhadap rasa sakit karena segala 'eksperimen'nya.
Sifatnya yang kekanakan membuat ia sangat mudah akrab dengan anak kecil.
Catatan Penulis

1. Karakter ini dibuat khusus oleh penulis, REGULUS, untuk keperluan bermain peran di @FutureFuseAU.

3. Penulis selalu terbuka untuk ajakan menulis plot dan menjalin relasi. Silakan mengetuk DM untuk diskusi.

2. Sifat dan minat karakter Yuseong terinspirasi dari karakter utama anime/novel 'The Apothecary Diaries' dengan pengembangan dari penulis dan melalui diskusi dengan relasi lain.

4. Dilarang keras melakukan godmodding dan metagaming terhadap karakter tanpa seizin penulis.









